Dunia Magister
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
Dunia Magister
No Result
View All Result
Home Berita

Bakti Sosial dan Tabligh di Sangiang Islamic Village, Teladani Rasulullah melalui Kepedulian Sosial

Dunia Magister by Dunia Magister
September 14, 2026
Reading Time: 5 mins read
Bakti Sosial dan Tabligh di Sangiang Islamic Village, Teladani Rasulullah melalui Kepedulian Sosial
Share on FacebookShare on Twitter

TANGERANG — Semangat meneladani Nabi Muhammad SAW melalui kepedulian terhadap sesama diwujudkan warga Perumahan Sangiang Islamic Village melalui kegiatan Bakti Sosial dan Tabligh, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Perumahan Sangiang Islamic Village tersebut mengangkat tema “Nabi Muhammad SAW sebagai Teladan dalam Amaliah Sosial”. Selain menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan antarwarga.

Rangkaian kegiatan diisi dengan bakti sosial, santunan anak yatim, pembagian sembako bagi warga yang membutuhkan, pengumpulan pakaian layak pakai, pembacaan Asyrafil Anam, serta tabligh.

Ketua Panitia, Ustaz Muhammad Yasin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan panitia yang telah memberikan kontribusi, baik berupa tenaga, pikiran maupun dana.

Menurutnya, antusiasme warga dalam mendukung kegiatan tersebut bahkan membuat perolehan dana melampaui target yang telah ditetapkan. Panitia mencatat dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp14 juta. Dari dana tersebut, sebanyak 30 paket sembako diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sementara santunan untuk anak yatim mencapai Rp4,5 juta.

“Semoga apa yang sudah kita keluarkan akan tercatat sebagai amal saleh bagi kita semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam laporan panitia.

Yasin juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan warga. Menurutnya, kegiatan sosial tidak semata-mata tentang bantuan material, tetapi juga membangun kepedulian dan solidaritas di tengah lingkungan masyarakat.

Ia berharap keterlibatan warga dapat semakin luas sehingga semangat kebersamaan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan Menjadi Kekuatan Warga

Hal senada disampaikan Ketua RT 08/RW 01, Edi Awaludin. Dalam sambutannya, Edi mengapresiasi kontribusi warga dalam membangun dan memanfaatkan fasilitas umum untuk kegiatan bersama.

Ia menilai langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat menghasilkan energi sosial yang besar. Termasuk dalam kegiatan bakti sosial, setiap bentuk kontribusi—meskipun nilainya kecil akan memiliki manfaat yang lebih besar ketika dilakukan secara kolektif.

“Kalau kita bergerak bersama-sama, insyaallah itu bisa menghasilkan energi yang besar,” menjadi salah satu pesan penting dalam sambutannya.

Edi juga mengajak warga untuk terus mempertahankan budaya saling membantu dan kepedulian sosial yang selama ini telah tumbuh di lingkungan Sangiang Islamic Village.

Meneladani Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari

Sementara itu, Ketua DKM Baitul Izzah, Agus Kusmoyo, menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial dan tabligh merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan serupa sebenarnya pernah digagas dan dilaksanakan pada tahun-tahun awal berdirinya lingkungan perumahan, termasuk pembagian bingkisan, santunan anak yatim hingga kegiatan sosial lainnya. Pada 2026, kegiatan tersebut kembali dilaksanakan dan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kepedulian sosial warga.

Menurut Agus, tujuan utama kegiatan bukan sekadar menjalankan agenda tahunan, melainkan menjadikan lingkungan perumahan sebagai tempat yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

Rasulullah SAW sebagai Teladan Amaliah Sosial

Pesan utama kegiatan kemudian disampaikan oleh Ustaz Dr. (C) Ihsanul Khulqi, S.Hum., M.Pd., yang dikenal sebagai Dai Songket.

Dalam tablighnya, Ustaz Ihsanul mengajak jamaah untuk tidak berhenti pada kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk seremonial, tetapi menerjemahkannya ke dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, salah satu misi utama Rasulullah SAW adalah menyempurnakan akhlak manusia. Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin melalui akhlak, kepedulian, ibadah, serta hubungan yang baik dengan sesama.

Ia juga mengingatkan jamaah agar keteladanan Rasulullah tidak hanya diingat dalam momentum Maulid Nabi, tetapi diimplementasikan sepanjang kehidupan.

“Meneladani Rasulullah” bukan hanya berbicara tentang mengingat sejarah kelahiran Nabi, tetapi bagaimana ajaran dan akhlaknya hadir dalam kehidupan keluarga, lingkungan dan masyarakat.

Ustaz Ihsanul juga mengajak jamaah untuk memperkuat ibadah dan mempersiapkan kehidupan akhirat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga salat, memenuhi hak dan kewajiban terhadap keluarga serta tetangga, dan menghindari perilaku zalim. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa hubungan antarmanusia merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim.

Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan rangkaian bakti sosial yang dilaksanakan warga. Sebab, kepedulian terhadap anak yatim, warga yang membutuhkan, berbagi sembako, serta menyumbangkan pakaian layak pakai merupakan bentuk nyata dari nilai sosial yang diajarkan dalam Islam.

Dari Warga, untuk Sesama

Rangkaian bakti sosial pada sore hari juga diisi dengan pembagian 30 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, warga mengumpulkan pakaian layak pakai yang direncanakan untuk disalurkan kepada masyarakat di wilayah Parung Panjang.

Panitia juga memberikan santunan kepada anak yatim. Berdasarkan laporan kegiatan, terdapat 25 anak yatim yang telah didata untuk menerima santunan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Asyrafil Anam dan suasana penuh khidmat ketika jamaah bersama-sama melantunkan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Melalui kegiatan tersebut, warga Sangiang Islamic Village menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial.

Bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menghadirkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan: berbagi, peduli, membantu yang membutuhkan, memperkuat persaudaraan, dan membangun kehidupan masyarakat yang penuh kasih sayang.

Kegiatan Bakti Sosial dan Tabligh ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa keteladanan Rasulullah SAW tidak cukup hanya diucapkan dalam ceramah dan shalawat. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata—mulai dari lingkungan terdekat, dari tetangga, keluarga, hingga masyarakat yang membutuhkan.

Dari Sangiang Islamic Village, semangat meneladani Rasulullah SAW diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kebersamaan warga.

Dunia Magister

Dunia Magister

Next Post
Dai Songket: Cinta Rasul Jangan Berhenti pada Maulid, Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Dai Songket: Cinta Rasul Jangan Berhenti pada Maulid, Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram TikTok Youtube

Categories

  • Berita
  • Buruh
  • Cinta
  • E-Sport
  • Jurnal
  • K3
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Mahasiswa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Perempuan
  • Resep
  • Sajak

Tags

ALTER EGO Berserikat BONTA Bundesliga Buruh Cinta Dunia Magister E-Sport ESR Filsafat Hari Kartini Hukum ILO JUDI ONLINE K3 Kepemimpinan Kepuasan Korupsi M7 Mahasiswa Mahasiswa Magister Manajemen Manajemen SDM May Day MLBB MM OLAHRAGA ONIC Pangeran Sastra PASAT Pekerja Pemimpin Penelitian Perempuan PKM Politik Puisi Ralez RRQ Sajak SDM Serikat buruh Serikat Pekerja Tempirai Upah

2025 © Dunia Magister

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak

2025 © Dunia Magister