Dunia Magister
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
Dunia Magister
No Result
View All Result
Home Opini

Korupsi yang Terus Berulang: Masih Mau Menyebutnya Oknum?

Dunia Magister by Dunia Magister
May 13, 2026
Reading Time: 2 mins read
Korupsi yang Terus Berulang: Masih Mau Menyebutnya Oknum?
Share on FacebookShare on Twitter

Coba berpikir secara logika. Jika dalam satu dua kasus korupsi kita masih bisa menyebutnya oknum, mungkin itu masuk akal. Tapi ketika korupsi terus bermunculan, lintas sektor, lintas lembaga, lintas jabatan, dan terjadi berulang dari tahun ke tahun—pertanyaannya sederhana: apa masih pantas disebut kesalahan individu?

Sebuah sistem yang sehat tidak melahirkan koruptor secara masif. Sistem yang baik justru membatasi, mengunci, dan menghukum penyimpangan. Maka ketika yang terjadi justru sebaliknya—korupsi seperti diproduksi secara rutin—masalahnya bukan lagi pada moral personal semata, melainkan arsitektur sistem itu sendiri.

Narasi “ini hanya oknum” sering dipakai sebagai tameng. Tameng untuk menolak evaluasi. Tameng untuk menghindari tanggung jawab struktural. Padahal, sistem yang berulang kali meloloskan pelaku korupsi, melindungi yang kuat, dan menghukum yang lemah adalah sistem yang ikut berperan dalam kejahatan itu sendiri.

Korupsi tumbuh subur ketika:

  • Pengawasan lemah atau mudah dikompromikan
  • Kekuasaan terpusat tanpa kontrol efektif
  • Penegakan hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah
  • Transparansi hanya jargon, bukan praktik

Jika pintu korupsi terbuka lebar, wajar bila banyak yang masuk. Menyalahkan individu tanpa membenahi sistem ibarat menyalahkan air yang mengalir, tanpa menutup keran yang bocor.

Jadi, bagi siapa pun yang masih bersikukuh mengatakan “ini cuma oknum”, mungkin sudah saatnya diam sejenak dan berpikir lebih jujur. Karena membela sistem yang rusak sama berbahayanya dengan melakukan korupsi itu sendiri.

Korupsi bukan sekadar soal orang jahat. Ini soal sistem yang memberi ruang, peluang, bahkan perlindungan. Dan selama sistem itu tidak dibongkar, jangan heran jika koruptor terus lahir—silih berganti, tanpa rasa malu.

Tags: BuruhDunia MagisterMahasiswa MagisterManajemenMMPekerjaSDM
Dunia Magister

Dunia Magister

Next Post
Korupsi Sistemik dan Kekeliruan Narasi “Oknum”

Korupsi Sistemik dan Kekeliruan Narasi “Oknum”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram TikTok Youtube

Categories

  • Berita
  • Buruh
  • Cinta
  • E-Sport
  • Jurnal
  • K3
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Mahasiswa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Perempuan
  • Resep
  • Sajak

Tags

ALTER EGO Berserikat BONTA Bundesliga Buruh Cinta Dunia Magister E-Sport ESR Filsafat Hari Kartini Hukum ILO JUDI ONLINE K3 Kepemimpinan Kepuasan Korupsi M7 Mahasiswa Mahasiswa Magister Manajemen Manajemen SDM May Day MLBB MM OLAHRAGA ONIC Pangeran Sastra PASAT Pekerja Pemimpin Penelitian Perempuan PKM Politik Puisi Ralez RRQ Sajak SDM Serikat buruh Serikat Pekerja Tempirai Upah

2025 © Dunia Magister

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak

2025 © Dunia Magister