Dunia Magister
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak
No Result
View All Result
Dunia Magister
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Tenaga Kerja Menjadi Barang yang Dijual

Dunia Magister by Dunia Magister
September 19, 2026
Reading Time: 3 mins read
Ketika Tenaga Kerja Menjadi Barang yang Dijual
Share on FacebookShare on Twitter

Marx menulis dalam Manuskrip Ekonomi dan Filsafat bahwa di bawah sistem upah, tenaga kerja manusia diperlakukan seperti barang di pasar. Tenaga manusia dinilai, ditawar, dan dibeli dengan harga tertentu setiap bulan. Bukan karena siapa dirimu, melainkan karena seberapa besar tenaga dan waktu yang dapat kamu berikan sebelum akhirnya lelah—atau bahkan digantikan oleh orang lain.

Semakin keras kamu bekerja, semakin banyak barang dan kekayaan yang tercipta. Tetapi ada sesuatu yang terasa ganjil: kekayaan itu tidak otomatis membuatmu menjadi lebih kaya.

Inilah yang oleh Marx disebut sebagai keterasingan dari hasil kerja. Apa yang kamu ciptakan melalui tenaga, waktu, dan pikiranmu pada akhirnya menjadi milik orang lain. Sementara itu, kamu pulang membawa upah untuk memenuhi kebutuhan hidup, lalu kembali bekerja keesokan harinya untuk mengulang siklus yang sama.

Namun, keterasingan itu tidak berhenti pada hasil kerja.

Proses kerjanya sendiri dapat menjadi sesuatu yang asing bagi manusia.

Marx memandang kerja seharusnya menjadi salah satu cara manusia mengekspresikan dirinya sebagai makhluk yang kreatif dan produktif. Kerja bukan semata-mata aktivitas untuk bertahan hidup, melainkan juga ruang bagi manusia untuk menciptakan, mengembangkan kemampuan, dan menemukan makna.

Tetapi ketika kerja sepenuhnya berada di bawah tekanan kebutuhan ekonomi, pekerjaan dapat berubah menjadi sesuatu yang harus dilakukan, bukan sesuatu yang ingin dilakukan.

Jika setiap pagi yang kamu pikirkan hanya, “Kapan jam pulang?”, mungkin ada sesuatu yang perlu dipertanyakan. Bukan semata-mata karena kamu malas bekerja, tetapi karena kerja telah kehilangan hubungan dengan dirimu sendiri dan berubah menjadi beban yang harus kamu jalani demi bertahan hidup.

Marx juga berbicara tentang keterasingan manusia dari apa yang ia sebut sebagai hakikat kemanusiaannya (species-being). Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang bebas, kreatif, dan mampu menciptakan sesuatu secara sadar. Kita bekerja bukan hanya karena ingin makan, tetapi karena melalui kerja kita dapat mewujudkan kemampuan, gagasan, dan tujuan kita.

Ketika kerja hanya menjadi alat untuk mendapatkan upah, sebagian dari kebebasan dan kreativitas itu dapat ikut tergerus. Bukan berarti setiap pekerjaan pasti merampas kemanusiaan seseorang, tetapi kondisi kerja yang sepenuhnya dikendalikan oleh kebutuhan ekonomi dapat membuat manusia semakin jauh dari apa yang sebenarnya mampu ia ciptakan.

Marx tidak menulis gagasan-gagasan tersebut untuk membuat manusia menyerah pada keadaan.

Sebaliknya, ia mengajak manusia memahami keadaan yang sedang dihadapinya.

Karena kelelahan yang kamu rasakan bukan selalu persoalan pribadi. Ada kondisi sosial dan ekonomi yang membentuk cara kita bekerja, mendapatkan upah, menghasilkan kekayaan, dan menjalani kehidupan.

Mungkin kamu bukan malas.

Mungkin kamu bukan kurang bersyukur.

Mungkin kamu hanya sedang mengalami sesuatu yang dalam bahasa Marx memiliki nama: keterasingan.

Dan memahami keterasingan itu bukanlah akhir.

Ia bisa menjadi langkah pertama untuk bertanya: apakah kehidupan kerja seperti ini harus terus diterima sebagai sesuatu yang wajar, atau mungkinkah kita membangun cara kerja dan kehidupan yang lebih manusiawi?

Tags: BuruhPekerja
Dunia Magister

Dunia Magister

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Instagram TikTok Youtube

Categories

  • Berita
  • Buruh
  • Cinta
  • E-Sport
  • Jurnal
  • K3
  • Kesehatan
  • Ketenagakerjaan
  • Mahasiswa
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Perempuan
  • Resep
  • Sajak

Tags

ALTER EGO Berserikat BONTA Bundesliga Buruh Cinta Dunia Magister E-Sport ESR Filsafat Hari Kartini Hukum ILO JUDI ONLINE K3 Kepemimpinan Kepuasan Korupsi M7 Mahasiswa Mahasiswa Magister Manajemen Manajemen SDM May Day MLBB MM OLAHRAGA ONIC Pangeran Sastra PASAT Pekerja Pemimpin Penelitian Perempuan PKM Politik Puisi Ralez RRQ Sajak SDM Serikat buruh Serikat Pekerja Tempirai Upah

2025 © Dunia Magister

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Jurnal
  • Opini
  • Sajak

2025 © Dunia Magister