Dibesarkan di lingkungan buruh perkebunan, saya merasakan langsung tantangan yang dihadapi oleh masyarakat kelas bawah di Indonesia. Pengalaman ini membawa saya untuk bekerja di beberapa pos di YLBHI, khususnya di seksi politik. Di sana, saya berkenalan dengan berbagai realitas sosial yang sering terabaikan, seperti pelacuran, transgender, pekerja rumah tangga (PRT), buruh gendong, dan buruh migran, baik di Indonesia maupun di mancanegara.
Realitas ini mencerminkan ketidakadilan struktural yang ada di masyarakat kita. Menurut data dari International Labour Organization (ILO), sekitar 1,5 juta buruh migran Indonesia bekerja di luar negeri, seringkali dalam kondisi yang tidak manusiawi dan rentan terhadap eksploitasi. Selain itu, pekerja rumah tangga, yang mayoritas adalah perempuan, sering kali tidak mendapatkan perlindungan hukum, membuat mereka terjebak dalam praktik-praktik diskriminatif.
Saya diajak berpartisipasi dalam kegiatan buruh industri yang lebih terorganisir, suatu langkah yang sangat penting. Keterlibatan dalam organisasi buruh memberikan kesempatan untuk memperjuangkan hak-hak mereka secara kolektif. Data dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menunjukkan bahwa upah minimum di banyak daerah masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, yang terus memicu ketidakpuasan di kalangan buruh.
Melalui pengalaman ini, saya berharap dapat menyuarakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi lewat pelbagai media, termasuk puisi. Seni, dalam bentuk apapun, memiliki kekuatan untuk menyentuh hati dan menyebarkan kesadaran. Puisi bisa menjadi medium yang kuat untuk mengungkapkan penderitaan, harapan, dan keberanian para buruh. Dengan mengangkat suara mereka, kita bisa mulai memecah keheningan yang sering kali menimpa isu-isu ini.
Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga bertindak. Kita perlu mendukung gerakan buruh dan memberikan ruang bagi mereka untuk berbicara. Dengan cara ini, kita tidak hanya mengadvokasi hak-hak mereka, tetapi juga mengakui keberadaan mereka sebagai bagian integral dari masyarakat yang lebih luas.
Semoga melalui kolaborasi antara seni dan aktivisme, kita bisa menciptakan perubahan yang nyata bagi kehidupan buruh di Indonesia.
Dari berbagai sumber

